JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution membenarkan informasi yang beredar di publik bahwa PT Freeport memberikan uang Rp 1,25 juta per bulan kepada setiap personel polisi di Polda Papua. Tunjangan ini, katanya, diatur dalam MOU antara PT Freeport Indonesia dan Polda Papua pada 8 Maret 2010. Pengamanan PT Freeport ini pun, katanya, sudah sesuai dengan tugas polisi dalam Keputusan Presiden Nomor 63 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Obyek Vital Negara.
"Informasi yang kami terima dari Polda Papua, anggotanya menerima Rp 1,25 juta per bulan sebagai tunjangan dalam rangka pengamanan di obyek vital negara. Freeport juga secara sukarela memberikan fasilitas karena kehidupan yang sulit di sana, " jelas Saud di Gedung Humas Polri, Rabu (9/11/2011).
Penerimaan tersebut, kata Saud, sudah sesuai dengan prosedur karena tunjangan serta bantuan fasilitas dari Freeport itu untuk mendukung kerja pengamanan Freeport sebagai obyek vital nasional. Oleh karena itu, menurut Saud, tak ada unsur gratifikasi kepada anggota kepolisian.
Ia mengacu pada Undang-Undang No 20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi, Pasal 5 Ayat 1 dan 2.
"Ayat dua mengatakan kepada pejabatnya yang menerima (hadiah) dan tidak berbuat atau tidak melakukan sesuai tugas dan tanggung jawabnya, dia akan dikategorikan sebagai gratifikasi," tuturnya.
"Sedangkan mereka ini (personel polisi) tetap melaksanakan tugas sesuai ketentuan yang ada (keppres) untuk mengamankan obyek vital negara. Maka, kami simpulkan sementara ini bahwa tidak terjadi pelanggaran hukum terhadap pemberian tunjangan oleh Freeport kepada anggota," kata Saud.
Ia menyatakan, kepolisian hanya melaksanakan kebijakan yang telah dibuat pemerintah. Oleh karena itu, jika ada yang tidak puas dalam pelaksanaan tersebut, akan dievaluasi.
"Kami kepolisian bergantung pada bagaimana kebijakan pemerintah. Kalau pemerintah membuat aturan seperti itu, kami akan ikuti. Jadi, tak ada masalah bagi kami. Yang penting, kami sudah mengikuti sesuai aturan yang ada," kata Saud.
» baca selengkapnya...
 |
| Korban Tewas tersengat (Ilustrasi) |
REPUBLIKA.CO.ID, PAMULANG--- Pelajar kelas 5 SD, Doni Januar (10 tahun), tewas tersengat listrik setelah sebelumnya memanjat pohon belimbing. Warga Rt 04/14 Jalan Arya Putra, Kedaung, Pamulang ini, awalnya sedang bermain dengan beberapa rekannya.
Ketika rekannya membeli mie pangsit, Doni memanjat pohon belimbing setinggi tujuh meter. Diduga karena terpeleset dari batang pohon, pelajar SDN Kampung Bulak I ini terjatuh dan sebagian badannya menyentuh tiang listrik, berdekatan dengan pohon yang dinaikinya.
"Anak itu manjat pohon belimbing dan terjatuh," kata Parman, penjual Pangsit di lokasi kejadian. Menurut Parman, rekan-rekan Doni sempat bercanda dan meneriakkan bahwa Doni tidak usah ditolong. "Dia cuman bercanda bergaya jatuh," ujar Parman. Setelah lima menit berlalu, Doni tidak juga bangun dari lokasi jatuhnya.
Parman menghampiri dan mencoba membangunkan dengan menarik tangan Doni. Ternyata, Parman terpental dan tersambar sengatan listrik yang mengalir di tubuh Doni.
"Saya langsung teriak minta tolong karena tahu anak itu tersengat listrik. Soalnya saya sempat terpental juga waktu megang tangannya. Akhirnya kami tarik dia pakai kain," ujar Parman.
Setelah berhasil melepaskan korban dari tiang listrik, warga langsung membawa ke Rumah Sakit Buah Hati, Kedaung. Namun, dalam perjalanan, nyawa Doni tak tertolong lagi. Anak bungsu dari empat bersaudara ini, meninggal diperjalanan.
"Doni anak penurut dan pintar. Saya enggak punya firasat apa-apa tentang kejadian ini," kata Indah, kakak Doni. Sembari memegangi jasad sang adik, Indah menangis dan mengumpat berisi penyesalan karena tidak bisa menjaga sang adik. "Saya bukan kakak yang baik. Tidak bisa menjaga dia,"ujarnya sambil terisak..
Kapolsek Pamulang, Kompol Zulkifli mengatakan pihak keluarga tidak ingin menjalani visum. Pihaknya sendiri akan melakukan proses penyelidikan atas insiden tewasnya bocah berusia 10 tahun, yang diduga terkena sengatan listrik yang mengalir di tiang.
» baca selengkapnya...
Rupiah (Rp) adalah
mata uang Indonesia, kodenya adalah
IDR. Nama ini diambil dari mata uang
India rupee. Sebelumnya di daerah yang disebut Indonesia sekarang menggunakan
gulden Belanda dari tahun 1610 sampai tahun 1817, ketika gulden Hindia-Belanda diperkenalkan.
Nama rupiah pertama kali digunakan secara resmi dengan dikeluarkannya mata uang rupiah jaman pendudukan Dai Nippon pada Perang Dunia II. Setelah perang selesai, Bank Jawa, pelopor Bank Indonesia, mengeluarkan Rupiah. Sedangkan Tentara Sekutu mengeluarkan
Gulden Nica.
Sementara itu di daerah-daerah lain di di daerah yang sekarang disebut Indonesia, banyak beredar uang yang bertalian dengan aktivitas gerilya.
Pada tanggal 2 November, 1949 rupiah ditetapkan sebagai mata uang nasional. Di daerah kepulauan Riau dan Papua, kala itu masih digunakan mata uang lain. Baru pada tahun 1964 dan 1971 rupiah digunakan di sana.
Di daerah Timor Timur, rupiah digunakan dari tahun 1976 – 2001. Semenjak tahun 2001 sampai sekarang digunakan dolar AS.
source:http://netsains.com/2008/09/asal-usul-nama-rupiah-darimana-ya/
» baca selengkapnya...
 |
Simoncelli Jadi Nama Sirkuit di Italia |
TRIBUNNEWS.COM, MILAN - Sirkuit Misano di Italia akan diubah namanya menjadi Marco Simoncelli untuk mengenang pembalap yang tewas di Malaysia bulan lalu tersebut.
Simoncelli semasa hidupnya tinggal di Cattolica, yang berjarak sekitar delapan kilometer dari sirkuit.
"Kami bangga sirkuit ini sekarang bernama Marco Simoncelli. Ia adalah sosok yang hebat, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun sebagai pembalap," ujar Luca Colaiacovo, direktur sirkuit, seperti dikutip dari BBC.
Misano menggelar balap MotoGP sejak 2007 dan untuk penyelenggaraan tahun ini dimenangkan oleh Jorge Lorenzo.
Simoncelli, anggota tim Honda, berada di urutan keempat namun mulai sekarang namanya tidak akan terpisahkan dari sirkuit tersebut.
"Perubahan nama ini sebagai penghormatan kepada keluarga dan ratusan ribu penggemar Simoncelli, pembalap yang humanis dan berani," tambah Colaiacovo.
"Saya akan mengucapkan terima kasih kepada pihak keluarga dan kepada mereka akan saya katakan bahwa Simoncelli akan terus bersama kita selamanya," tandasnya.
Manajer tim Honda Italia, Fausto Gresini, mengatakan meski semua pihak merasakan duka yang mendalam akibat kematian Simoncelli, musim lomba MotoGP harus dilanjutkan.
"Ini keputusan yang tidak mudah. Namun kami yakin Simoncelli pasti tidak ingin lomba dibatalkan. Turun kembali ke arena balap adalah cara terbaik kami untuk mengenangnya," kata Gresini.
» baca selengkapnya...
My-ronim- Olahraga belum tentu dapat mencegah seseorang untuk terkena
serangan jantung
Anda tentu masih ingat kepergian mendadak aktor Adjie Massaid akibat serangan jantung. Kasat mata, almarhum Adjie adalah sosok pemuda sehat, bertubuh ideal dan hobi berolahraga. Namun nyawanya tetap terenggut — bahkan setelah dia bermain sepak bola.
Dokter ahli jantung A. Sari Mumpuni dari RS Mitra Keluarga menuturkan "Tak semua olahraga menjamin Anda terhindar dari penyakit jantung. Justru
olahraga malah bisa memperbesar risiko serangan jantung,"
Mengapa Hal itu bisa terjadi?
Sebenarnya Olahraga membuat tekanan darah dan detak jantung meningkat.Jika seseorang berolahraga namun tidak teratur, maka tekanan dan detak jantung yang tiba-tiba naik dapat menyebabkan terjadinya serangan jantung,
Bukan hanya itu,Menurut dr. Sari Mumpuni, terkadang banyak orang yang berolahraga di luar kemampuan mereka. Sehingga justru memicu terjadinya serangan jantung.
Yang menjadi pertanyaan: Lalu olahraga seperti apa yang bisa memperkecil resiko serangan jantung?
Menurut dokter Sari "Olahraga yang mencapai zona latihan, dalam arti olahraga yang terukur. Ada baiknya seseorang berkonsultasi dulu pada ahli sebelum memutuskan untuk berolahraga,”
“Para pelatih olahraga atau dokter bisa menyebutkan jenis latihan atau olahraga apa yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan seseorang. Sehingga seseorang dapat mengetahui latihan yang sesuai untuknya,"
Mungkin dengan info sedikit ini menjadikan kita lebih mengerti tentang penyebab terjadinya penyakit jantung
[sumber:yahoo news]
» baca selengkapnya...